Agama Di Hulu Sungai Tengah
Islam merupakan agama mayoritas di Hulu Sungai Tengah yang di anut
terutama oleh Suku Banjar. Kristen, Hindu, Budha, dan Kaharingan juga
dapat ditemui disini yang di anut oleh Suku Dayak, dan pendatang.
Uniknya, orang Dayak yang menganut Agama Islam menolak disebut orang
Dayak mengatakan diri mereka menjadi orang Banjar. Istilah Suku Dayak
Meratus yang menganut Islam disebut dengan Mutih. Masyarakat Barabai
dikenal bersifat Islami. Pasar Barabai yang menjadi kajian penelitian
inipun terletak di berseberangan dengan Masjid Sulaha Barabai. Ini
menunjukkan bahwa sentra keagamaan turut menjadi pendorong kegiatan
ekonomi. Barabaipun dikenal dengan Bumi Asmahul Husna, ini dikarenakan
di sepanjang jalan di Kota Barabai, lampu-lampu jalanan bertuliskan
Asmahul Husna berdiri rapi menyinari kota. Berada tak jauh dari Masjid
Sulaha, terdapat Pengajian, lokasi ini mirip dengan Sekumpul di
Martapura dimana seorang Tuanguru menjadi pusat pembicara dengan peserta
pengajian yang datang darimana-mana dengan menggunakan baju putih.
“Orang di Hulu Sungai (termasuk Hulu Sungai Tengah-pen) itu lebih patuh
dengan Tuanguru, yang dipembacaan itu daripada melestariakn seni budaya
yang lebih dahulu ada.” Ungkap Seniman yang berkerja sebagai PNS di
Taman Budaya Banjarmasin yang namanya menolak disebutkan. Di Kota
Barabai sendiri pendidikan Islam modern di pelopori oleh Pondok
Pesantren Modern Istiqamah, sejumlah PAUD Islami, TK Islami, Ibtidayah
(SD), Sekolah Islam, Mts (Madrasah Tsanawiyah/SMP). MAN (Mandrasah
Aliyah Negeri/SMA). Pendidikan Islam tradisional dilakukan melalui
Ponpes yang tersebar hampir disetiap Kecamatan, yang pendidikan biasanya
dengan Ponpes Tradisional yang masih menggunakan Kitab Kuning sebagai
acuan pembelajaran. Ponpes Pemangkih di Pantai Hambawang merupakan
lembaga pendidikan Islam tradisional yang cukup terkenal. Lulusan dari
Ponpes Tradisional ini lebih mendapatkan tempat di masyarakat dibidang
keagamaan ketimbang dari ponpes atau pendidikan yang berbasis Islam
modern lainnya. Agama Kristen sendiri di Barabai dapat di jumpai di
Batali yang merupakan markas dari Kodim, sehingga penganut Kristen
merupakan kaum pedatang yang berdinas di Barabai. Selain di Batali,
pemeluk agama Kristen lainnya dapat di jumpai di daerah Labuhan (Batang
Alai Selatan), maupun di daerah Tandilang (Batang Alai Timur) yang
wilayahnya didominasi dataran tinggi Meratus. Di daerah ini, kebanyakan
Suku Dayak yang berpindah agama dari Kepercayaan Kaharingan, Hindu, dan
Budha.
Langganan:
Postingan (Atom)
